Kehidupan kampus di Universitas Quo Vadis terlihat sangat lamban.., datang kuliah lalu pulang.., tidak ada kegiatan selain masuk ruang kuliah menerima materi perkuliahan setelah selesai, bingung mau kemana dan akhirnya memilih untuk pulang.
Kehidupan mahasiswanya bagaikan robot yang telah di program untuk satu kegiatan yang penuh rutinintas. Wall Climbing yang berdiri dengan kokoh kesepian seperti tidak tau kapan ia akan disentuh.., lapangan basket lebih senang didatangi rumput dan lumut dibandingkan suara kasat sepatu basket, lapangan voli stadion dijadikan arena berjudi orang-orang yang jelas tidak ada tampang mahasiswanya. Tidak pernah terdengar perbincangan “ wah si anu juara anu ya…, hebat juga si anu bisa buat kegiatan anu, sukses lagi anunya..
Berbeda dengan aktivitas kampus tetangga UnQuV, Universitas Palangka Raya. Di UNPAR terutama prodi bahasa dan Seni memiliki satu wadah berkegiatan dalam bentuk teater, teater ini rutin membuat naskah drama yang juga mereka tulis sendiri, kemudian di dihadirkan dalam satu pementasan teater. Wow!
Sebulan yang lalu.., di harian Kalteng Pos dimuat satu berita dari Mahasiswa Teknik Perangkat Lunak ,Pameran Robotic!
Pameran ini di gelar di atrium Palangka Raya Mal dengan menghadirkan robot ciptaan mahasiswa dengan kemampuan membaca garis dengan menggunakan infra merah. Aktivitas yang membanggakan untuk kehidupan di Universitas, Berkarya dan mencipta, satu aktivita dari wujud kreatifitas. Jejak-jejak aktivita yang seperti ini yang perlu satu dukungan solid petinggi-petinggi suatu Universitas agar tidak seperti kehidupa mahasiwa di Universitas Quo Vadis yang adem ayem.., apa sengaja dibuat adem ayem? Biar mahasiswanya adem ayem. Semoga UnQuV bisa meniru mahasiswa TPL dan Prodi Bahasa dan Seni di FKIP. Buat Roni Teguh robotnya ‘nakal’ juga ya.. bisa maju mundur..
Salam hangat..