Desain Bagi Industri Furniture
di Kalimantan Tengah

* oleh : Joni Wahyubuana Usop

A. Pengantar
Minggu malam di stasiun televisi lokal Surabaya, terdapat tontonan menarik tentang UKM (usaha kecil menengah) yang sukses di Jawa Timur. Malam itu menghadirkan seorang pengusaha mebel jasa pembuat counter/outlet/rombong, atau gerobak dagang untuk pedagang kaki lima, dengan merk dagang Mr.Rombong.
Gerobak dagang yang di tawarkan ‘Mr.Rombong’ ini menawarkan bentuk yang unik dan disesuaikan dengan keinginan dari pedagang (custom made), dari tayangan di JTV Surabaya ‘Mr.Rombong’, mampu membuat desain rombong sesuai dengan kebutuhan pedagang terutama pedagang kaki lima, dari rombong yang seperti becak, rombong yang didorong dan rombong yang berupa counter.
Cerita diatas adalah kejelian dari seorang pengrajin/pengusaha UKM dalam membaca peluang. Dengan adanya usaha pembuatan rombong miliknya banyak pedagang yang merasa diuntungkan terutama dari tampilan rombong yang menjadi menarik, baik dari segi bentuk, warna, dan kenyamanan selama melayani pembeli menjadi terpenuhi. Di Palangka Raya banyak UKM yang begerak di jasa pembuatan mebel/kusen, las besi, kerajinan tangan berbahan rotan, dan kain batik khas kalteng, dll.
Usaha kecil menengah (UKM) di Kalteng seolah-olah mengalami kejenuhan dengan produk yang mereka tawarkan. Pengusaha atau pengrajin di Kalteng cenderung membuat benda yang sama untuk mereka pasarkan tanpa ada inovasi dan pembaharuan dalam desain produk mereka. Produk yang mereka anggap laku di pasaran, dibuat terus menerus sehingga pembeli merasa jenuh dengan produk yang mereka tawarkan disamping kualitas yang semakin menurun.
Untuk industri mebel jelas sekali tampak penurunan kualitas, baik dari segi desain maupun pengerjaannya. Kenyataan ini bertolak belakang dengan beberapa tahun silam dimana Kalimantan Tengah terutama daerah Mandomai di Kabupaten Kuala Kapuas termasuk penghasil furniture berkualitas ekspor, dan banyak digunakan untuk furniture kantor, rumah tangga, dan juga perhotelan.
Apa yang mengakibatkan munculnya permasalahan diatas? Terutama dengan industri mebel di Kalimantan Tengah. Apakah karena tidak ada/sulitnya bahan dasar mebel? Atau bentuk dan produk yang ditawarkan selalu sama?, baik dari material maupun rancangan mebel? Atau kurangnya pemahaman desain pengrajin/desainer mebel?

B. Proses Kreatif Desain

Desain muncul ditengah kehidupan masyarakat modern, masyarakat industri yang berawal dari revolusi Industri. Desain hadir sebagai upaya kreatif dan inovatif manusia untuk memenuhi tuntutan dari aktivitas kehidupannya.
Proses kreatif ini hadir ketika otak kiri dan otak kanan bekerja dan diolah oleh alam pikiran manusia.
Hadirnya desain, merupakan pemikiran kreatif dan inovatif dari dalam diri manusia. Pemikiran kreatif dan inonavif yang muncul untuk memecahkan berbagai masalah dipahami sebagai konsep yang terprogram. Didalam profesi desain, pemrograman desain itu dikenal dengan istilah konsep desain.
Proses berpikir dalam desain disebut programming. Bila Programming adalah pencarian masalah ( problem seeking ), maka desain adalah pemecahan masalah adalah pemecahan masalah ( problem solving ). Dengan demikian, programming adalah analisis dan desain adalah sintesis.
Programming mengacu pada masalah yang rasional – obyektif yang diwujudkan dalam bentuk konsep – konsep. Konsep adalah upaya pencarian data yang bertujuan untuk memecahkan masalah dan bersifat subyektif, intuitif, tetapi mudah dalam menangkap konsep-konsep secara fisik. Konsep dibuat untuk melancarkan jalan menuju implementasi desain.

C. Mengenal Proses Desain Mebel
Kata furniture (dalam bahasa Inggris) diterjemahkan menjadi mebel. Istilah ‘mebel’ digunakan karena sifatnya bergerak atau mobilitasnya sebagai barang lepas di dalam interior arsitektural.Kata mebel diambil dari bahasa Perancis yaitu meubel.
Berawal dari revolusi industri, design lahir sebagai satu upaya kreatif dan inovatif manusia, hasil olah rasa dan gagas otak manusia. Desain hadir dari pemikiran kreatif dan inovatif manusia untuk memecahkan berbagai masalah dan dipahami sebagai konsep terprogram.
Menurut Drs. Eddy S. Marizar dalam bukunya Designing Furniture, terdapat sepuluh masalah yang harus diolah dalam satu proses desain mebel meliputi : (1) studi aktivitas manusia pemakai, (2) studi gerak manusia dan antropometrika/ukuran/dimensi, (3) studi fungsi dan ergonomi, (4) studi bentuk dasar dan estetika, (5) studi bahan utama dan tekstur, (6) studi warna, (7) studi struktur dan konstruksi, (8) studi ragam hias. (9) studi bahan penunjang dan hardwares, (10) studi gaya (style) dalam desain. Bila kesepuluh masalah tersebut sudah dapat dipetakan secara sistematik dan rasional, maka desainer membuat sketsa alternatif dalam bentuk gambar perspektif atau gambar presentasi. Langkah selanjutnya adalah membuat model/sample produk.
Proses diatas kemudian dikonsultasikan kembali pada pemesan atau pengguna, maka produk mebel yang sudah dievaluasi tadi dibuat kedalam gambar kerja dengan mengunakan skala. Proses terakhir bagi desainer adalah mewujudkan produk tiga dimensional ke dalam proses produksi yang sesuai dengan pesanan pengguna.

D. Gagasan
Di indonesia dan juga di Kalimantan Tengah, pengrajin mebel cenderung senang menjiplak desain orang lain dan rancangan mebel dari desainer asing (barat). Sebenarnya apabila desainer mampu mengembangkan kreatifitas dan inovasinya dalam gagasan bentuk mebel, maka tidak akan selalu hadir meja berbentuk oval atau persegi panjang.
Lingkungan hidup kita bisa di jadikan sumber inspirasi yang tiada habisnya, Alam adalah guru bagi seorang perancang mebel. Pernahkah anda melihat sebuah kursi berbentuk dasar dari tangan manusia? Apakah anda pernah melihat gagasan sebuah meja dari bentuk bunga? Apakah anda pernah melihat sebuah meja dengan penyangga berupa huruf atau angka? Atau pernahkah anda terpikir membuat lemari berbentuk tubuh manusia atau kursi berbentuk kupu-kupu.
Bentuk yang unik inilah yang menjadi daya tarik sebuah furniture, sehingga pengusaha mebel ataupun perancang furniture di Kalteng tidak perlu meniru rancangan yang sudah ada dan membuat furniture yang pasaran.
Diharapkan pengusaha furniture/mebel di Kalimantan Tengah dapat kreatif dan inovatif dalam merancang desain furniture seperti yang dilakukan ‘Mr.Rombong’ dari daerah Jawa Timur, sehingga produknya laku dijual dan penggunanya/pedagang merasa diuntungkan dengan menggunakan produk dari Mr.Rombong.
Peran Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (DEPERIDAGKOP) Kalteng sangat dituntut disini dalam memajukan industri furniture/mebel di Kalimantan Tengah, baik dalam bentuk pelatihan bagi pengusaha/pengrajin/desainer furniture, dan juga pameran produk yang di lakukan secara berkelanjutan baik di daerah maupun di luar Kalimantan Tengah.
Semoga tulisan singkat ini bisa menjadikan masukan yang bermanfaat dan menjadi perbandingan di hari yang akan datang, untuk kemajuan industri furniture/mebel di Kalimantan Tengah.

Dikirimkan ke Surat Kabar Harin KALTENG POS, tidak diterbitkan.

Sore yang cerah di salah satu mal di kota banjarmasin aku coba untuk memesan mocca latte sembari menikmati rokok yang sedari tadi sangat ingin aku bakar.., maklum di mal ini ruang untuk merokok sangat terbatas.., hanya bisa dilakukan di beberapa gerai resto, fast food, dan salah satunya coffee corner yang aku tongkrongi ini.
Sejak awal masuk pusat pertokoan ini sudah diiringi dengan lantunan musik yang terdengar dari setiap sudut mal dengan bantuan penghantar bunyi disetiap pojok dan area mal. Kenapa ya selalu ada musik di pusat pertokoan??
Apa hubungannya musik yang diperdengarkan dengan pengunjung yang datang dan barang yang di jual dan ditawarkan di dalam sebuah pusat pertokoan. Salah satu contoh bila kita lagi lagi nongkrong di ayam goreng berlogo pak jenggot, sering kali kita disuguhkan musik yang sebenarnya kurang begitu enak didengar dengan genre musik yang juga acak-acakan, kadang rock, pop, dan kadang juga lagu2 jadul dengan bunyi yang kurang pas didengar saat menikmati makanan. Hal yang terbalik dengan gerai coffee yg sedang aku tongkrongi ini, musik yang dihadirkan tertata dengan rapi pada saat awal datang terdengar musik instrument yang lembut dengan nuansa jazz yang modern, yang terus mengalun mengiringi saat santai penikmat kopi bersantai dengan obrolan bersama teman ataupun menjelajah dunia maya chatting dengan sahabat di situs pertemanan.
Penyajian musik kita dengar ketika sedang berada di gerai fastfood terkadang tidak bisa menghadirkan mood yang nyaman, ini memang sengaja diciptakan mengingat gerai fastfood memang bukan untuk berlama-lama untuk kita menikmati makanan dan mengobrol, suasana interior dan perabot yang dihadirkan, tidak di rancang untuk pengunjung bisa betah atau nyaman, terlihat dari kursi yang tanpa busa pelapis hingga tata letak meja dan kursi yang di maksimalkan untuk jumlah pengunjung dengan jarak yang relatif dekat antara meja satu dengan meja lainnya. Susunan perabot yang rapat dengan musik yang tidak menghidupkan mood, salah satu trik untuk mempercepat pengunjung meninggalkan gerai fastfood dan berganti dengan pengunjung yang lainnya.
Musik terkadang mampu memainkan emosi kita, lihat bagaimana DJ di sebuah club mampu menghipnotis cluber dengan racikan musik yang dihadirkan, Cluber bergoyang dan menggerakan tubuh mengikuti hentakan beat dari turntable sang DJ. Ketika kita berada di lounge bersama keluaraga ataupun kekasih, musik juga memberikan peranan menghadirkan mood romantis, ceria, dan intim lewat persepsi otak kita.
Lihat bagaimana Melly Goeslow mampu membangkitkan emosi penonton lewat soundtrak yang diciptakannya di film Ada Apa Dengan Cinta (AADC ), bagaimana setiap adegan marah, sedih, dan ceria, mampu di interpretasikan Melly kedalam komposisi musik yang mengiringi adegan di film AADC.
Bahkan ketika kita sedang dalam emosi yang penuh dengan rasa rindu, musik pun mampu sedikit mengobati atau bahkan semakin menghadirkan riuh rendah emosi kerinduan kita, sama seperti ketika kita mengungkapkan cinta lewat balutan bunyi dan susunan lirik puitis.
Mmmmh..,membahas musik memang tidak ada habisnya,kita lanjutkan besok lagi untuk lanjutan bagian 2 tulisan ini, playlist di winamp sudah lagu terakhir.., senang dengan lagu ini..,mampu menghadirkan bayangan gadis cantik, penuh talenta, dengan tatapan mata tajam namun sendu.
Lagu ini untuk kamu…, Brand New Heavies ‘’ You Are The Universe”.

More About Nothing | Wimar Witoelar

wim

Ini adalah buku Sekuel karya Wimar Witoelar sebelumnya yang di beri judul A Book About Nothing yang terbit di tahun 2006. Hampir sama dengan buku sebelumnya, More About Nothing ini masih bertutur tentang pengamatan sekeliling yang ‘khas’ ala Wimar Witoelar ( selanjutnya dibaca WIWI ). Pengamatan segar yang kemudian dituliskan dengan gaya ciamik dalam balutan humor, di buku MAN ini Wiwi menghadirkan 27 chapter. Di dalam More About Nothing Wiwi ini banyak judul bab yang “menggelitik” yang bisa membuat pembaca “tergelitik” atau tersenyum simpul mesam-mesem.., diantaranya ‘Kabelnya Sudah Dicolok ? “, bab yang bercerita tentang laptop baru Wiwi yang tidak mau nyala setelah semalaman di paksa untuk hidup, padahal sebelumnya sangat mantab dengan program yang harus berjalan dengan spesifikasi laptop yang handal pula.., Wiwi pun bingung dengan kondisi laptop baru yang tiba-tiba ngambek’ mogok nyala.., Akhirnya Wiwi berniat membawa laptop barunya ke toko asal,karena masih bergaransi, sampai akhirnya sang anak bertanya, “ini kabel adaptornya emang gak dicolokin ?!”. 
Baca pula hal 69 pada chapter yang berjudul “Handphone Merangkap Remote Control”, bagaimana Wiwi bercerita sebuah remote yang beralih fungsi menjadi sebuah handphone ketika sang pemilik remote terburu-buru berangkat kerja dan akhirnya mengira remote adalah sebuah handphone, apakah ini pengalaman pribadi Wiwi? 
Sebagai sebuah bacaan buku Wiwi ini mampu memberikan bacaan yang komunikatif dengan balutan keceriaan yang segar, dari hasil pengamatan Wiwi terhadap kehidupan dan aktivitas sekeliling dari pelbagai perjalanan Wiwi maupun dari pengamatan yang penuh dengan nuansa humor.

5

Seharian ini kota Palangka Raya di guyur hujan, berhenti sebentar, dan kembali hujan lagi, terus menerus hingga menjelang waktu sholat isya. Kembali dan seperti biasa perasaan jenuh kembali muncul terus menggangu dalam keseharianku diantara kreatifitas yang meredup.
Dan seperti biasa,penyelesainnya adalah mengeluarkan motor suzuki tahun 2004 (2 tak )yang memang selalu setia menemani keseharianku,bersama mr.suzuki aku mencoba untuk mengajaknya mengitari kota Palangka Raya yang memang cantik setelah di guyur hujan..,adem cuy..!.Aku dan suzuki meluncur keluar area perumahan menuju jalan arteri primer, pelan tanpa arah.., setelah beberapa kilometer kulalui, kuputuskan untuk mampir ke mall satu-satunya dikota ini, ‘katanya’ tapi aku lebih suka menyebutnya mall ‘bernuasa ruko’, dari style mall yang memang gak jelas!? Postmo bukan, modern juga kurang pantas, mungkin bisa masuk kategori bangunan ‘coba-coba” , ya.. bangunan yang dicoba dibuat seperti mall!! kemana aja bung arsitek!!.
eit.., itu tadi kita mgomongin exteriornya, ok.., setelah memarkirkan suzuki dengan aman di basement yang lembab dan kaya gudang, kalo bicara dalemnya lebih baik sedikit,hahaha, yah lumayanlah seperti berasa di Jogya kepatihan bandung, ato gak royalplaza di dekat ketintang-wonokromo surabaya. yang paling menghibur dari ‘mall” ini, ada Bookcity, salah satu gerai buku milik HERO group, lumayan membantu untuk menambah ilmu bagi warga kota yang merasa ingin tahu melalui jendela tulisan. setelah tadi sempat melihat majalah tempo warta seni, menampilkan seniman patung yang berpameran di galeri Nadi dan berkarya melalui material metal dan teknik las, aku berjalan menuju tumpukan buku biografi, terlihat beberapa judul buku biografi, Bob Marley, Barack Obama, Che Guevara dalam bentuk komik,etc, eits’.. ada satu nama yang sudah lama tidak terlihat mataku, ‘ Gola Gong’ ya.. salah satu penulis yang akrab dengan remaja 90-an, yang sering kali menulis di majalah remaja saat itu, sebut saja, Anita Cemerlang, atau majalah Hai. Kalo Hilman dikenal melaui novel komedi LUPUS, Gola Gong Juga mempunyai Karya yang legendaris, ‘Balada Si Roy’. Gola Gong yang nama aslinya : Raden Heri Hendrayana Harris Sumantapura, kali ini muncul dalam tulisannya tentang perjalan mengelilingi beberapa kota didunia, Malaysia, Thailand, India, Laos, hingga Nepal. Kumpulan tulisan ini dkumpulkan dalam satu buku yang akhirnya saya beli untuk bisa merasakan betapa ayiknya perjalanan Gola Gong,
The Journey : From Jakarta to Himalaya.
Gola Gong dalam The Journey : Ya, sejak aku membaca novel “Keliling Dunia dalam 40 Hari (Jules Verne) yang aku baca di perpustakaan sekolah saat aku di SD, aku ingin keliling dunia.Itu adalah mimpi kanak-kanakku. Lantas menjadi obsesi.Namun aku bukan anak pejabat, pengusaha, apalagi konglongmerat sehingga uang menjadi hambatan utama.aku hanyalah anak dari pasangan suami-istri yang berprofesi sebagai guru.

Kehidupan kampus di Universitas Quo Vadis terlihat sangat lamban.., datang kuliah lalu pulang.., tidak ada kegiatan selain masuk ruang kuliah menerima materi perkuliahan setelah selesai, bingung mau kemana dan akhirnya memilih untuk pulang.

Kehidupan mahasiswanya bagaikan robot yang telah di program untuk satu kegiatan yang penuh rutinintas. Wall Climbing yang berdiri dengan kokoh kesepian seperti tidak tau kapan ia akan disentuh.., lapangan basket lebih senang didatangi rumput dan lumut dibandingkan suara kasat sepatu basket, lapangan voli stadion dijadikan arena berjudi orang-orang yang  jelas tidak ada tampang mahasiswanya. Tidak pernah terdengar perbincangan “ wah si anu juara anu ya…, hebat juga si anu bisa buat kegiatan anu, sukses lagi anunya..

Berbeda dengan aktivitas kampus tetangga UnQuV, Universitas Palangka Raya. Di UNPAR terutama prodi bahasa dan Seni memiliki satu wadah berkegiatan dalam bentuk teater, teater ini rutin membuat naskah drama yang juga mereka tulis sendiri, kemudian di dihadirkan dalam satu pementasan teater. Wow!

Sebulan yang lalu.., di harian Kalteng Pos dimuat satu berita dari Mahasiswa Teknik Perangkat Lunak ,Pameran Robotic!

Pameran ini di gelar di atrium Palangka Raya Mal dengan menghadirkan robot ciptaan mahasiswa dengan kemampuan membaca garis dengan menggunakan infra merah. Aktivitas yang membanggakan untuk kehidupan di Universitas, Berkarya dan mencipta, satu aktivita dari wujud kreatifitas. Jejak-jejak aktivita yang seperti ini yang perlu satu dukungan solid petinggi-petinggi suatu Universitas agar tidak seperti kehidupa mahasiwa di Universitas Quo Vadis yang adem ayem.., apa sengaja dibuat adem ayem? Biar mahasiswanya adem ayem. Semoga UnQuV bisa meniru mahasiswa TPL dan Prodi Bahasa dan Seni di FKIP. Buat Roni Teguh robotnya ‘nakal’ juga ya.. bisa maju mundur..

 

Salam hangat..

Warung/kedai/depot adalah tempat yang paling dicari ketika perut mulai terasa lapar ditengah kesibukan bekerja. Warung yang menawarkan aneka hidangan penghilang rasa lapar, meskipun kadang rasa menjadi nomor sekian ketika kondisi badaniah menuntut untuk di isi dengan makanan yang mudah-mudahan bernutrisi tinggi. Diantara warung nasi, kedai es teler, warung tenda bakso atau nasi sop, salah satu warung yang paling digemari adalah warung kopi. Warung kopi adalah warung yang boleh dikatakan ‘most wanted’ untuk para pekerja yang mulai dilanda kelelahan dan rasa kantuk, kandungan caffeine yang terdapat didalam kopi bagaikan narkoba yang membuat penggilanya menjadi candu, namun dengan kadar ketergantungan yang masih aman bagi penggunanya apabila di minum dengan batas wajar. Warung kopi inilah yang menjadi alternatif penghilang rasa kantuk bagi perkerja ditengah kesibukannya, ‘peminum kopi’ bisa datang dari kalangan mana saja, tukang becak yang lelah setelah ‘ngegeos’ becaknya pun perlu segelas kopi untuk energi tambahan, mahasiswa yang lelah setelah menerima materi kuliah pun perlu kopi untuk berusaha bertahan dari rasa kantuk dan kesal menghadapi dosen yang ‘maag’ dan tidak suka kopi. Warung kopi dipinggir Universitas Quo Vadis (UnQuV) lebih kental dengan makna konotasi dari pada denotasinya. Dikotomi ini telah lama hadir di warung kopi sisi UnQuV, warung kopi yang diisi dengan obrolan varian, dari nomor togel, caleg, perselingkuhan,info lelang, politik, hingga proyek penelitian. Yang terakhir ini menjadi menarik, obrolan yang tidak mau di beri label ‘diskusi”, obrolan akademis ala warkop, obrolan yang penuh pertanyaan dan perdebatan layaknya debat calon presiden?!. Obrolan yang membahas rencana dan kerja dari para akademisi UnQuV yang bukan untuk UnQuV.inilah yang menjadi “absurd” kenapa bukan untuk UnQuV? dan kenapa UnQuV adem ayem saja dengan ini. Inilah mungkin potret ‘ruang’ warung kopi di pinggiran Universitas Quo Vadis. Obrolan Absurd yang hadir dari segelas kopi dan 4 batang rokok mild diiringi lantunan Level 42, Dave Mathews Band, ‘saluang kitik-kitik’ dari Marion, dan diakhiri sebuah nomor manis dari Julia Perez, “ Belah Duren”, wah!!.

jonihandycraft-kalteng

by-lefthand11

Ini obrolan saya di chat roomnya facebook bersama bung Sanga Priagana (Pengelola Museum ), tentang filosofi arsitektur Museum Barli.

Selamat menikmati..,

Sanga

salam kenal juga bung!!

10:44pmJoni

terimakasih bung sangga

lg ngelukis nih

10:46pmSanga

wah kebetulan lagi nyiapin acara tgl 21 nih di museum jadi break dulu..anda di mana?

10:46pmJoni

wah saya di kalimantan tengah

10:46pmSanga

wahhh..kirain di daerah deket2 BDG

10:46pmJoni

jd sudah jauh dari kantong2 seni

10:47pmSanga

mo kita undang tadinya]

10:47pmJoni

itu dia padahal, acaranya keren..

sayang..

tapi someday pasti saya ke Museum Barli

10:48pmSanga

siapppp

kopi panas menunggu anda

10:48pmJoni

hahaha, sambil menikmati bandung dan ruang2 museum

mantab,,

itu saya buka topik diskusi di group

tentang arsitektur Museum barli

10:49pmSanga

ohh..iya thx banget dan maaf belum kami jawab

10:49pmJoni

kapan tepatnya museum ini dibangun

10:49pmSanga

bikin yang banyak dong

mulai di bangun 1990

10:50pmJoni

karena pengetahuan tentang bangunan dan pengelolan museum masih jarang bung..

10:50pmSanga

diresmikan 1991

10:51pmJoni

Ok, kalo boleh tau alm.barli terlibat dalam ide bangunan gak

10:52pmSanga

betul…

10:52pmJoni

arsiteknya beliau sendiri, apa ada yg bantu merancangnya..

10:52pmSanga

ada asiteknya

bentuk bangunan disesuaikan dengan filosofi beliau

10:53pmJoni

nah itu yg saya ingin tau dari museum barli ini

kiasan yg seperti apa yg ingin beliau sampaikan dalam wujud bangunan museum beliau..

10:54pmSanga

ok..kenp bangunan itu ada 2 koridor yg melingkar di sisi kiri & kanan bangunan tengah?

itu mereprensentasikan keinginan

beliau untuk menyatukan

seniman otodidak

10:55pmJoni

iya..

10:55pmSanga

maupun seniman akademik

yang pada masa itu terjadi jurang yang sangat dalam

10:56pmJoni

sip

10:56pmSanga

secara garis besarnya itu

10:56pmJoni

terbukti dengan beliau membuka sanggar ya bung..

10:57pmSanga

betul

10:57pmJoni

untukmendidik anak dari dini mempelajari seni lukis, salut..

10:57pmSanga

sebetulnya.khusus untuk anak,

10:58pmJoni

kemudian pada bagian atas itu ada seperti topi dan bukaan cahaya itu ruang apa bung?

10:58pmSanga

pak barli lebih menitikberatkan

masalah physikologinya

ohh

11:02pmSanga

bentuk topi pada bag atas melambangkan dalam suatu kebersamaan dengan satu arah tujuan…

11:02pmJoni

ok.., menarik bung..

ini yg sangat saya ingin tahu..

11:03pmSanga

mungkis penjelasan saya terlalu pendek

11:03pmJoni

kalo bisa dalam group ada bentuk diskusi apresiasi arsitektur Museum beliau ini bung..

11:04pmSanga

boleh2..

menarik

anda seorang arsitek??

11:06pmJoni

saya desainer interior bung, tapi menyukai seni bangunan

11:06pmSanga

greatt

11:06pmJoni

dan sangat interst dengan museum

11:08pmJoni

saat ini perhatian pemerintah terhadap museum sangat minim..

11:08pmSanga

nah itu dia

11:08pmJoni

bahkan dalam wujud promosi saja

11:08pmSanga

kita lagi dalam arah kepada museum yang mandiri

11:08pmJoni

tidak ad perhatian

mantab bung..

museum dan ruang apresiasi seperti ini, sangat jarang..

11:10pmSanga

kita tgl 21 ini akan louching program Museum sahabatku

11:10pmJoni

seperti apa itu

nantinya harapannya

11:10pmSanga

sehingga arah museum tidak lagi hanya dari sisi pemuliaanya saja

tapi lebih banyak dari sisi pemanfaatannya

11:11pmJoni

setuju..

11:11pmSanga

tanpa menghilangkan RUH yang ada

harapan MUSEUM tidak akan lagi kalah dengan MLL

eh MALL

11:12pmJoni

hehehe

11:12pmSanga

sori

11:12pmJoni

yang pasti ngopi di ruang apresiasi senilebih mantanb

11:12pmSanga

aga berapi2

weiiittsss bener banget Bro!!

kapan2 kita tunggu ya

sukses untuk anda

11:13pmJoni

insyallah

sukses untuk museum barli..

Saya Perancang yang terus belajar tentang Seni, aktif sebagai Desainer Interior, Photographer dan Illustrator,saat ini bekerja sebagai staf pengajar di Universitas Palangkaraya.

Blog Stats

  • 6,168 hits

Archives

Flickr Photos

Untitled

Southern Oregon Coast

I'd worship the ground you walked on if only you walked in a better neighborhood. (Explore)

More Photos

Day By Day

February 2010
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.