Sore yang cerah di salah satu mal di kota banjarmasin aku coba untuk memesan mocca latte sembari menikmati rokok yang sedari tadi sangat ingin aku bakar.., maklum di mal ini ruang untuk merokok sangat terbatas.., hanya bisa dilakukan di beberapa gerai resto, fast food, dan salah satunya coffee corner yang aku tongkrongi ini.
Sejak awal masuk pusat pertokoan ini sudah diiringi dengan lantunan musik yang terdengar dari setiap sudut mal dengan bantuan penghantar bunyi disetiap pojok dan area mal. Kenapa ya selalu ada musik di pusat pertokoan??
Apa hubungannya musik yang diperdengarkan dengan pengunjung yang datang dan barang yang di jual dan ditawarkan di dalam sebuah pusat pertokoan. Salah satu contoh bila kita lagi lagi nongkrong di ayam goreng berlogo pak jenggot, sering kali kita disuguhkan musik yang sebenarnya kurang begitu enak didengar dengan genre musik yang juga acak-acakan, kadang rock, pop, dan kadang juga lagu2 jadul dengan bunyi yang kurang pas didengar saat menikmati makanan. Hal yang terbalik dengan gerai coffee yg sedang aku tongkrongi ini, musik yang dihadirkan tertata dengan rapi pada saat awal datang terdengar musik instrument yang lembut dengan nuansa jazz yang modern, yang terus mengalun mengiringi saat santai penikmat kopi bersantai dengan obrolan bersama teman ataupun menjelajah dunia maya chatting dengan sahabat di situs pertemanan.
Penyajian musik kita dengar ketika sedang berada di gerai fastfood terkadang tidak bisa menghadirkan mood yang nyaman, ini memang sengaja diciptakan mengingat gerai fastfood memang bukan untuk berlama-lama untuk kita menikmati makanan dan mengobrol, suasana interior dan perabot yang dihadirkan, tidak di rancang untuk pengunjung bisa betah atau nyaman, terlihat dari kursi yang tanpa busa pelapis hingga tata letak meja dan kursi yang di maksimalkan untuk jumlah pengunjung dengan jarak yang relatif dekat antara meja satu dengan meja lainnya. Susunan perabot yang rapat dengan musik yang tidak menghidupkan mood, salah satu trik untuk mempercepat pengunjung meninggalkan gerai fastfood dan berganti dengan pengunjung yang lainnya.
Musik terkadang mampu memainkan emosi kita, lihat bagaimana DJ di sebuah club mampu menghipnotis cluber dengan racikan musik yang dihadirkan, Cluber bergoyang dan menggerakan tubuh mengikuti hentakan beat dari turntable sang DJ. Ketika kita berada di lounge bersama keluaraga ataupun kekasih, musik juga memberikan peranan menghadirkan mood romantis, ceria, dan intim lewat persepsi otak kita.
Lihat bagaimana Melly Goeslow mampu membangkitkan emosi penonton lewat soundtrak yang diciptakannya di film Ada Apa Dengan Cinta (AADC ), bagaimana setiap adegan marah, sedih, dan ceria, mampu di interpretasikan Melly kedalam komposisi musik yang mengiringi adegan di film AADC.
Bahkan ketika kita sedang dalam emosi yang penuh dengan rasa rindu, musik pun mampu sedikit mengobati atau bahkan semakin menghadirkan riuh rendah emosi kerinduan kita, sama seperti ketika kita mengungkapkan cinta lewat balutan bunyi dan susunan lirik puitis.
Mmmmh..,membahas musik memang tidak ada habisnya,kita lanjutkan besok lagi untuk lanjutan bagian 2 tulisan ini, playlist di winamp sudah lagu terakhir.., senang dengan lagu ini..,mampu menghadirkan bayangan gadis cantik, penuh talenta, dengan tatapan mata tajam namun sendu.
Lagu ini untuk kamu…, Brand New Heavies ‘’ You Are The Universe”.
More About Nothing | Wimar Witoelar

Ini adalah buku Sekuel karya Wimar Witoelar sebelumnya yang di beri judul A Book About Nothing yang terbit di tahun 2006. Hampir sama dengan buku sebelumnya, More About Nothing ini masih bertutur tentang pengamatan sekeliling yang ‘khas’ ala Wimar Witoelar ( selanjutnya dibaca WIWI ). Pengamatan segar yang kemudian dituliskan dengan gaya ciamik dalam balutan humor, di buku MAN ini Wiwi menghadirkan 27 chapter. Di dalam More About Nothing Wiwi ini banyak judul bab yang “menggelitik” yang bisa membuat pembaca “tergelitik” atau tersenyum simpul mesam-mesem.., diantaranya ‘Kabelnya Sudah Dicolok ? “, bab yang bercerita tentang laptop baru Wiwi yang tidak mau nyala setelah semalaman di paksa untuk hidup, padahal sebelumnya sangat mantab dengan program yang harus berjalan dengan spesifikasi laptop yang handal pula.., Wiwi pun bingung dengan kondisi laptop baru yang tiba-tiba ngambek’ mogok nyala.., Akhirnya Wiwi berniat membawa laptop barunya ke toko asal,karena masih bergaransi, sampai akhirnya sang anak bertanya, “ini kabel adaptornya emang gak dicolokin ?!”.
Baca pula hal 69 pada chapter yang berjudul “Handphone Merangkap Remote Control”, bagaimana Wiwi bercerita sebuah remote yang beralih fungsi menjadi sebuah handphone ketika sang pemilik remote terburu-buru berangkat kerja dan akhirnya mengira remote adalah sebuah handphone, apakah ini pengalaman pribadi Wiwi?
Sebagai sebuah bacaan buku Wiwi ini mampu memberikan bacaan yang komunikatif dengan balutan keceriaan yang segar, dari hasil pengamatan Wiwi terhadap kehidupan dan aktivitas sekeliling dari pelbagai perjalanan Wiwi maupun dari pengamatan yang penuh dengan nuansa humor.

Dan seperti biasa,penyelesainnya adalah mengeluarkan motor suzuki tahun 2004 (2 tak )yang memang selalu setia menemani keseharianku,bersama mr.suzuki aku mencoba untuk mengajaknya mengitari kota Palangka Raya yang memang cantik setelah di guyur hujan..,adem cuy..!.Aku dan suzuki meluncur keluar area perumahan menuju jalan arteri primer, pelan tanpa arah.., setelah beberapa kilometer kulalui, kuputuskan untuk mampir ke mall satu-satunya dikota ini, ‘katanya’ tapi aku lebih suka menyebutnya mall ‘bernuasa ruko’, dari style mall yang memang gak jelas!? Postmo bukan, modern juga kurang pantas, mungkin bisa masuk kategori bangunan ‘coba-coba” , ya.. bangunan yang dicoba dibuat seperti mall!! kemana aja bung arsitek!!.
eit.., itu tadi kita mgomongin exteriornya, ok.., setelah memarkirkan suzuki dengan aman di basement yang lembab dan kaya gudang, kalo bicara dalemnya lebih baik sedikit,hahaha, yah lumayanlah seperti berasa di Jogya kepatihan bandung, ato gak royalplaza di dekat ketintang-wonokromo surabaya. yang paling menghibur dari ‘mall” ini, ada Bookcity, salah satu gerai buku milik HERO group, lumayan membantu untuk menambah ilmu bagi warga kota yang merasa ingin tahu melalui jendela tulisan. setelah tadi sempat melihat majalah tempo warta seni, menampilkan seniman patung yang berpameran di galeri Nadi dan berkarya melalui material metal dan teknik las, aku berjalan menuju tumpukan buku biografi, terlihat beberapa judul buku biografi, Bob Marley, Barack Obama, Che Guevara dalam bentuk komik,etc, eits’.. ada satu nama yang sudah lama tidak terlihat mataku, ‘ Gola Gong’ ya.. salah satu penulis yang akrab dengan remaja 90-an, yang sering kali menulis di majalah remaja saat itu, sebut saja, Anita Cemerlang, atau majalah Hai. Kalo Hilman dikenal melaui novel komedi LUPUS, Gola Gong Juga mempunyai Karya yang legendaris, ‘Balada Si Roy’. Gola Gong yang nama aslinya : Raden Heri Hendrayana Harris Sumantapura, kali ini muncul dalam tulisannya tentang perjalan mengelilingi beberapa kota didunia, Malaysia, Thailand, India, Laos, hingga Nepal. Kumpulan tulisan ini dkumpulkan dalam satu buku yang akhirnya saya beli untuk bisa merasakan betapa ayiknya perjalanan Gola Gong,
The Journey : From Jakarta to Himalaya.
Gola Gong dalam The Journey : Ya, sejak aku membaca novel “Keliling Dunia dalam 40 Hari (Jules Verne) yang aku baca di perpustakaan sekolah saat aku di SD, aku ingin keliling dunia.Itu adalah mimpi kanak-kanakku. Lantas menjadi obsesi.Namun aku bukan anak pejabat, pengusaha, apalagi konglongmerat sehingga uang menjadi hambatan utama.aku hanyalah anak dari pasangan suami-istri yang berprofesi sebagai guru.
Kehidupan kampus di Universitas Quo Vadis terlihat sangat lamban.., datang kuliah lalu pulang.., tidak ada kegiatan selain masuk ruang kuliah menerima materi perkuliahan setelah selesai, bingung mau kemana dan akhirnya memilih untuk pulang.
Kehidupan mahasiswanya bagaikan robot yang telah di program untuk satu kegiatan yang penuh rutinintas. Wall Climbing yang berdiri dengan kokoh kesepian seperti tidak tau kapan ia akan disentuh.., lapangan basket lebih senang didatangi rumput dan lumut dibandingkan suara kasat sepatu basket, lapangan voli stadion dijadikan arena berjudi orang-orang yang jelas tidak ada tampang mahasiswanya. Tidak pernah terdengar perbincangan “ wah si anu juara anu ya…, hebat juga si anu bisa buat kegiatan anu, sukses lagi anunya..
Berbeda dengan aktivitas kampus tetangga UnQuV, Universitas Palangka Raya. Di UNPAR terutama prodi bahasa dan Seni memiliki satu wadah berkegiatan dalam bentuk teater, teater ini rutin membuat naskah drama yang juga mereka tulis sendiri, kemudian di dihadirkan dalam satu pementasan teater. Wow!
Sebulan yang lalu.., di harian Kalteng Pos dimuat satu berita dari Mahasiswa Teknik Perangkat Lunak ,Pameran Robotic!
Pameran ini di gelar di atrium Palangka Raya Mal dengan menghadirkan robot ciptaan mahasiswa dengan kemampuan membaca garis dengan menggunakan infra merah. Aktivitas yang membanggakan untuk kehidupan di Universitas, Berkarya dan mencipta, satu aktivita dari wujud kreatifitas. Jejak-jejak aktivita yang seperti ini yang perlu satu dukungan solid petinggi-petinggi suatu Universitas agar tidak seperti kehidupa mahasiwa di Universitas Quo Vadis yang adem ayem.., apa sengaja dibuat adem ayem? Biar mahasiswanya adem ayem. Semoga UnQuV bisa meniru mahasiswa TPL dan Prodi Bahasa dan Seni di FKIP. Buat Roni Teguh robotnya ‘nakal’ juga ya.. bisa maju mundur..
Salam hangat..
Warung/kedai/depot adalah tempat yang paling dicari ketika perut mulai terasa lapar ditengah kesibukan bekerja. Warung yang menawarkan aneka hidangan penghilang rasa lapar, meskipun kadang rasa menjadi nomor sekian ketika kondisi badaniah menuntut untuk di isi dengan makanan yang mudah-mudahan bernutrisi tinggi. Diantara warung nasi, kedai es teler, warung tenda bakso atau nasi sop, salah satu warung yang paling digemari adalah warung kopi. Warung kopi adalah warung yang boleh dikatakan ‘most wanted’ untuk para pekerja yang mulai dilanda kelelahan dan rasa kantuk, kandungan caffeine yang terdapat didalam kopi bagaikan narkoba yang membuat penggilanya menjadi candu, namun dengan kadar ketergantungan yang masih aman bagi penggunanya apabila di minum dengan batas wajar. Warung kopi inilah yang menjadi alternatif penghilang rasa kantuk bagi perkerja ditengah kesibukannya, ‘peminum kopi’ bisa datang dari kalangan mana saja, tukang becak yang lelah setelah ‘ngegeos’ becaknya pun perlu segelas kopi untuk energi tambahan, mahasiswa yang lelah setelah menerima materi kuliah pun perlu kopi untuk berusaha bertahan dari rasa kantuk dan kesal menghadapi dosen yang ‘maag’ dan tidak suka kopi. Warung kopi dipinggir Universitas Quo Vadis (UnQuV) lebih kental dengan makna konotasi dari pada denotasinya. Dikotomi ini telah lama hadir di warung kopi sisi UnQuV, warung kopi yang diisi dengan obrolan varian, dari nomor togel, caleg, perselingkuhan,info lelang, politik, hingga proyek penelitian. Yang terakhir ini menjadi menarik, obrolan yang tidak mau di beri label ‘diskusi”, obrolan akademis ala warkop, obrolan yang penuh pertanyaan dan perdebatan layaknya debat calon presiden?!. Obrolan yang membahas rencana dan kerja dari para akademisi UnQuV yang bukan untuk UnQuV.inilah yang menjadi “absurd” kenapa bukan untuk UnQuV? dan kenapa UnQuV adem ayem saja dengan ini. Inilah mungkin potret ‘ruang’ warung kopi di pinggiran Universitas Quo Vadis. Obrolan Absurd yang hadir dari segelas kopi dan 4 batang rokok mild diiringi lantunan Level 42, Dave Mathews Band, ‘saluang kitik-kitik’ dari Marion, dan diakhiri sebuah nomor manis dari Julia Perez, “ Belah Duren”, wah!!.



Ini obrolan saya di chat roomnya facebook bersama bung Sanga Priagana (Pengelola Museum ), tentang filosofi arsitektur Museum Barli.
Selamat menikmati..,
salam kenal juga bung!!
10:44pmJoni
terimakasih bung sangga
lg ngelukis nih
10:46pmSanga
wah kebetulan lagi nyiapin acara tgl 21 nih di museum jadi break dulu..anda di mana?
10:46pmJoni
wah saya di kalimantan tengah
10:46pmSanga
wahhh..kirain di daerah deket2 BDG
10:46pmJoni
jd sudah jauh dari kantong2 seni
10:47pmSanga
mo kita undang tadinya]
10:47pmJoni
itu dia padahal, acaranya keren..
sayang..
tapi someday pasti saya ke Museum Barli
10:48pmSanga
siapppp
kopi panas menunggu anda
10:48pmJoni
hahaha, sambil menikmati bandung dan ruang2 museum
mantab,,
itu saya buka topik diskusi di group
tentang arsitektur Museum barli
10:49pmSanga
ohh..iya thx banget dan maaf belum kami jawab
10:49pmJoni
kapan tepatnya museum ini dibangun
10:49pmSanga
bikin yang banyak dong
mulai di bangun 1990
10:50pmJoni
karena pengetahuan tentang bangunan dan pengelolan museum masih jarang bung..
10:50pmSanga
diresmikan 1991
10:51pmJoni
Ok, kalo boleh tau alm.barli terlibat dalam ide bangunan gak
10:52pmSanga
betul…
10:52pmJoni
arsiteknya beliau sendiri, apa ada yg bantu merancangnya..
10:52pmSanga
ada asiteknya
bentuk bangunan disesuaikan dengan filosofi beliau
10:53pmJoni
nah itu yg saya ingin tau dari museum barli ini
kiasan yg seperti apa yg ingin beliau sampaikan dalam wujud bangunan museum beliau..
10:54pmSanga
ok..kenp bangunan itu ada 2 koridor yg melingkar di sisi kiri & kanan bangunan tengah?
itu mereprensentasikan keinginan
beliau untuk menyatukan
seniman otodidak
10:55pmJoni
iya..
10:55pmSanga
maupun seniman akademik
yang pada masa itu terjadi jurang yang sangat dalam
10:56pmJoni
sip
10:56pmSanga
secara garis besarnya itu
10:56pmJoni
terbukti dengan beliau membuka sanggar ya bung..
10:57pmSanga
betul
10:57pmJoni
untukmendidik anak dari dini mempelajari seni lukis, salut..
10:57pmSanga
sebetulnya.khusus untuk anak,
10:58pmJoni
kemudian pada bagian atas itu ada seperti topi dan bukaan cahaya itu ruang apa bung?
10:58pmSanga
pak barli lebih menitikberatkan
masalah physikologinya
ohh
11:02pmSanga
bentuk topi pada bag atas melambangkan dalam suatu kebersamaan dengan satu arah tujuan…
11:02pmJoni
ok.., menarik bung..
ini yg sangat saya ingin tahu..
11:03pmSanga
mungkis penjelasan saya terlalu pendek
11:03pmJoni
kalo bisa dalam group ada bentuk diskusi apresiasi arsitektur Museum beliau ini bung..
11:04pmSanga
boleh2..
menarik
anda seorang arsitek??
11:06pmJoni
saya desainer interior bung, tapi menyukai seni bangunan
11:06pmSanga
greatt
11:06pmJoni
dan sangat interst dengan museum
11:08pmJoni
saat ini perhatian pemerintah terhadap museum sangat minim..
11:08pmSanga
nah itu dia
11:08pmJoni
bahkan dalam wujud promosi saja
11:08pmSanga
kita lagi dalam arah kepada museum yang mandiri
11:08pmJoni
tidak ad perhatian
mantab bung..
museum dan ruang apresiasi seperti ini, sangat jarang..
11:10pmSanga
kita tgl 21 ini akan louching program Museum sahabatku
11:10pmJoni
seperti apa itu
nantinya harapannya
11:10pmSanga
sehingga arah museum tidak lagi hanya dari sisi pemuliaanya saja
tapi lebih banyak dari sisi pemanfaatannya
11:11pmJoni
setuju..
11:11pmSanga
tanpa menghilangkan RUH yang ada
harapan MUSEUM tidak akan lagi kalah dengan MLL
eh MALL
11:12pmJoni
hehehe
11:12pmSanga
sori
11:12pmJoni
yang pasti ngopi di ruang apresiasi senilebih mantanb
11:12pmSanga
aga berapi2
weiiittsss bener banget Bro!!
kapan2 kita tunggu ya
sukses untuk anda
11:13pmJoni
insyallah
sukses untuk museum barli..
Saat ini tanggal 14 Februari 2009.., dan 2 hari yang lalu aku tiba2 menjadi linglung..dan lupa ingatan’!, tanpa aku sadari motorku sampai di sebuah supermarket dan aku sudah berdiri di depan tumpukan coklat batangan?!”
Dengan sedikit bingung.., membolak balik, memilah dan memilih karena ini adalah pengalaman pertama membeli coklat batangan..
sesampainya dirumah aku baru tersadar, ada 4 kotak coklat batangan dan 2 buah cetakan coklat yang lucu”, ( lucu??)
bersambung.. ( ngantuk nih ) C U..


